PKKMB UNIVERSITAS LAMPUNG 2025







Halo,perkenalkan nama saya Syafiq Syadidul Azmi dari Fakultas Teknik, Progam Setudi Teknik Geodesi, dengan NPM 2555071005 di sini saya akan menceritakan hal hal apa saja yang saya dapet selama mengikuti PKKMB Universitas Lampung Tanggal: 14-19 Agustus 2025


Lokasi: GSG Universitas Lampung secara online


Tema dari PKKMB tahun ini adalah" Mahasiswa Tangguh, Inklusif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas 2045"


TUGAS RESUME MATERI PKKMB HARI PERTAMA – PKKMB Day 1 Universitas Lampung


PEMATERI 1 Irjen. Pol. Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si. (Kapolda Lampung) yang diwakilkan oleh 



AKBP. VICKY DZULKARNAIN, M.M. DENGAN TEMA PENGEMBANGAN KARAKTER MAHASISWA



Hari pertama PKKMB Universitas Lampung menghadirkan salah satu materi yang penuh makna dan sarat motivasi, disampaikan langsung oleh Kapolda Lampung, Irjen. Pol. Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si. Dalam sesi ini, beliau mengajak mahasiswa baru memahami pentingnya membentuk karakter yang kuat di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan perubahan zaman.




Beliau membuka materinya dengan membahas fenomena era Society 5.0, sebuah era di mana kecerdasan buatan, robot, dan sistem digital cerdas terintegrasi untuk mempermudah aktivitas manusia. Teknologi lahir di tengah pusat kehidupan, mempengaruhi cara kita belajar, bekerja, dan berinteraksi. Namun, kemajuan ini bukan tanpa tantangan. Irjen. Pol. Helmy mengingatkan bahwa di balik manfaatnya, teknologi membawa potensi dampak negatif, mulai dari hilangnya interaksi manusiawi hingga munculnya kejahatan bentuk baru. Oleh karena itu, pendidikan karakter, moral, dan keteladanan menjadi pondasi utama agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.




Beliau menekankan bahwa menuju cita-cita Indonesia Emas 2045, generasi muda harus memiliki kesiapan mental, wawasan luas, dan kemampuan adaptasi yang cepat. Tantangan masa depan tidak hanya datang dari persaingan global, tetapi juga dari ancaman yang lahir akibat kemajuan teknologi itu sendiri. Sebagai contoh, di beberapa negara, anak-anak mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan robot pintar ketimbang bersama orang tuanya. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa teknologi yang tidak diimbangi nilai kemanusiaan dapat mengikis hubungan emosional dan moralitas generasi mendatang.Dalam pemaparannya, beliau memaparkan potensi kejahatan masa depan yang bisa muncul di berbagai sektor, seperti kesehatan, komputer dan siber, hiburan, perkotaan, energi, makanan, hingga dunia kerja. Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah pelanggaran hak cipta dan royalti, termasuk yang terjadi di dunia hiburan. Melalui paparan ini, beliau mengajak mahasiswa agar peka terhadap perubahan dan mampu mengantisipasi risiko yang mungkin muncul.




Masuk ke bagian motivasi, Irjen Pol. Helmy menyampaikan pesan sederhana namun bermakna: hidup adalah pilihan. Setiap individu menentukan jalannya sendiri, apakah memilih jalur yang membawa kebaikan atau sebaliknya. Beliau mengibaratkan pilihan hidup dengan ajaran agama tentang surga dan neraka, mengingatkan mahasiswa bahwa konsekuensi dari setiap keputusan akan menentukan masa depan mereka. “Pilihan yang kita ambil hari ini, akan menentukan siapa kita di masa depan,” tegas beliau.




Beliau kemudian menjelaskan perbedaan tipe-tipe mahasiswa yang kerap ditemui, antara lain: tipe kura-kura (kuliah-rapat) yang terlalu sibuk berorganisasi hingga mengabaikan kuliah, tipe kurang-kurang yang hanya aktif di momen tertentu, tipe kupu-kupu (kuliah-pulang) yang pasif di organisasi, hingga tipe mahasiswa rajin yang seimbang dalam akademik dan non-akademik. Melalui pembahasan ini, beliau mengajak mahasiswa baru bercermin dan memilih untuk menjadi tipe mahasiswa yang superior.




Tak lupa, beliau menyinggung tentang manfaat kuliah sambil bekerja. Menurutnya, aktivitas itu dapat menjadi pelatuk sukses yang lebih cepat, memperluas wawasan, menambah jaringan, melatih manajemen waktu, mengasah kesabaran, mengajarkan skala prioritas, dan membentuk jiwa kepemimpinan. Semua manfaat ini memberi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan setelah lulus.




Di bagian akhir, Kapolda Jateng mengingatkan kembali tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa bukan hanya penerima ilmu, tetapi juga agen perubahan yang.berperan aktif memberikan kontribusi nyata. Beliau menambahkan bahwa kehidupan kampus penuh dinamika, termasuk dalam hal penyampaian pendapat di muka umum. Mahasiswa memiliki hak untuk menyuarakan aspirasi melalui demonstrasi, pawai, pembagian selebaran, atau pemasangan pamflet, tetapi semua harus dilakukan dengan tertib dan sesuai peraturan, tanpa anarkisme.




Sesi ditutup dengan pesan agar mahasiswa harus memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin, mengembangkan potensi diri, dan menjaga integritas. Beliau berharap mahasiswa Universitas Lampung mampu menjadi generasi yang berkarakter kuat, cerdas, memiliki empati sosial, dan siap menjadi bagian pencapaian Indonesia Emas 2045.





PEMATERI KE 2 PROF. DR. ENG SURIPTO DWI YUWONO, S.SI., M.T. DENGAN TEMA  PERGURUAN TINGGI DI ERADIGITAL DAN REVOLUSI INDUSTRI









Hari pertama PKKMB Universitas Lampung diisi dengan materi strategis dari Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., yang membahas posisi dan peran perguruan tinggi di tengah derasnya arus era digital dan revolusi industri. Tampil bersemangat dengan penuh energi, beliau memimpin yel-yel PKKMB 2025 yang membangkitkan semangat ribuan mahasiswa baru di Gedung Serba Guna.




Sebagai pengantar, Prof. Suripto membagikan kisah pribadinya sebagai seorang “anak kampung yang bisa kuliah”, mengingatkan bahwa setiap mahasiswa yang duduk di ruangan itu adalah individu pilihan yang patut bersyukur. Beliau menekankan bahwa keberhasilan bukanlah sekadar kebanggaan untuk dipamerkan; tetapi tanggung jawab untuk dijalani dengan penuh komitmen.




Beliau kemudian mengajak peserta menyelami perjalanan Universitas Lampung, dari sejarah berdirinya hingga visi besar menjadi universitas bereputasi internasional. Dalam pandangannya, transformasi budaya akademik adalah syarat mutlak agar perguruan tinggi mampu bertahan dan unggul di era digital.serta revolusi industri. Adaptasi terhadap metode pembelajaran modern, pemanfaatan teknologi, dan inovasi sistem pendidikan menjadi kunci keberhasilan. Dalam kesempatan ini, beliau memperkenalkan jajaran pimpinan universitas periode 2023–2027, mulai dari Rektor Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., hingga para wakil rektor di berbagai bidang, sembari menegaskan bahwa kemajuan universitas adalah hasil kerja bersama seluruh elemen kampus: mahasiswa, dosen, dan staf administrasi.




Sesi berlanjut dengan penjelasan mengenai sistem penjaminan mutu yang menjadi pondasi kualitas pendidikan di UNILA. Information System of Quality Assurance (ISQA) dijadikan instrumen utama dalam proses akreditasi, melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, dan pihak eksternal. Hasilnya, puluhan program studi meraih predikat Unggul dan A, dengan beberapa di antaranya berstandar internasional. Pencapaian ini bukan hanya kebanggaan; tetapi juga tanggung jawab untuk terus mempertahankan dan meningkatkannya, sekaligus memperkuat kiprah di kancah global. UNILA aktif mengembangkan kerja sama dengan lembaga internasional seperti AACSB, EFMD GLOBAL, AUN-BE, Asian University Network (AUN-QA), serta mendorong kolaborasi mahasiswa asing, sejawat, dan ekosistem akademik.




Dalam memantapkan kerangka institusinya, Prof. Suripto memaparkan jargon baru, Be Strong, yang mencerminkan daya tahan universitas dalam menghadapi risiko dan aset, pemanfaatan sumber daya manusia, pelayanan kepada masyarakat, penguatan pembelajaran, penelitian, kemitraan organisasi, pembangunan infrastruktur jaringan, serta tata kelola dengan manajemen risiko dan kepatuhan. Jargon ini lahir sebagai simbol kebangkitan universitas pasca tantangan internal, sekaligus ajakan agar seluruh civitas academica memiliki pegangan moral dan arah yang jelas.




Beliau juga membahas upaya memperkuat kolaborasi internasional, termasuk program pertukaran mahasiswa yang diantaranya menjangkau hampir seluruh benua melalui kerja sama ke luar negeri. Meski jumlah keberangkatan tahun ini menurun karena efisiensi, visi internasionalisasi tetap menjadi prioritas utama. Semua itu diperkuat oleh fasilitas kampus yang terus berkembang, mulai dari perpustakaan modern, laboratorium yang terintegrasi dengan innovation center, fasilitas olahraga, asrama, hingga rencana besar pembangunan Rumah Sakit.perpustakaan modern, laboratorium terintegrasi dengan innovation center, fasilitas olahraga, asrama, hingga rencana besar pembangunan Rumah Sakit Pendidikan dan Pusat Penelitian Terpadu yang akan menjadi ikon baru UNILA.




Menutup materinya, Prof. Suripto berpesan agar mahasiswa memanfaatkan setiap peluang yang tersedia, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Fasilitas kampus, program internasional, jejaring kolaborasi, dan nilai-nilai Be Strong adalah bekal untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berwawasan global, berkarakter kuat, dan siap bersaing di tengah perubahan cepat era digital dan revolusi industri. Ia mengingatkan bahwa masa depan ditentukan oleh seberapa besar tekad dan konsistensinya mahasiswa untuk terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi, karena di tangan merekalah kejayaan universitas dan bangsa akan ditentukan.




PEMATERI 3 WALI KOTA BANDAR LAMPUNG, Hj EVA DWIANA YANG DI WAKILI



Bapak Paryanto, S.IP (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandar Lampung) DENGAN TEMA Transformasi Bandar Lampung Menuju Kota Metropolitan




Pada kesempatan ini, Bapak Paryanto hadir mewakili Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, untuk menyampaikan materi bertema “Transformasi Bandar Lampung Menuju Kota Metropolitan”. Bunda Eva mengawali sambutannya dengan ucapan selamat kepada para mahasiswa baru Universitas Lampung yang berhasil lolos dan memulai perjalanan akademiknya. Beliau menegaskan bahwa PKKMB merupakan forum penting untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai kehidupan kampus, dunia akademik, dan nilai-nilai kebangsaan. Selain menjadi ajang pengenalan, PKKMB diharapkan bebas dari perploncoan dan justru menjadi wadah positif bagi pembentukan karakter mahasiswa.




Dalam pesan yang disampaikan, Bunda Eva mengajak mahasiswa menjadikan PKKMB sebagai sarana untuk memahami kondisi kampus sebagai lingkungan akademis, meningkatkan pengetahuan baru, serta memanfaatkan fasilitas akademik secara maksimal. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan wawasan kebangsaan, membangun pola pikir kritis, dan mempersiapkan mahasiswa agar dapat belajar dengan baik di Universitas Lampung sambil tetap mematuhi norma-norma kampus. Pemahaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk berkompetisi secara sehat sekaligus menjauhkan diri dari pengaruh negatif.




Bunda Eva juga menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi penyampai aspirasi masyarakat, terlibat aktif dalam kegiatan seperti magang, dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada, bukan justru menjadi bagian dari masalah. Kolaborasi yang dibangun antara mahasiswa dan civitas akademika diyakini akan mempercepat terwujudnya visi menjadikan Bandar Lampung sebagai kota metropolitan yang maju, modern, dan menjadi kebanggaan bersama.




Sebagai penutup, Bunda Eva berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater dan kota Bandar Lampung. Mahasiswa diharapkan mampu meraih prestasi, menjaga integritas, dan berperan aktif di lingkungan sosial. Dengan semangat dan kontribusi nyata, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan menuju masyarakat yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.





PEMATERI 4 BRIGJEN TNI HARYANTANA S.H (KOMANDAN KOREM 043 GATAM) DENGAN TEMA KEHIDUPAN BERBANGSA, BERNEGARA, JATI DIRI BANGSA, DAN PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA


Pada sesi ini, Brigjen TNI Haryantana membuka materi dengan pengenalan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Beliau menekankan bahwa memahami dan mengamalkan nilai-nilai dari keempat pilar ini merupakan kunci menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Melalui cerita tentang kondisi bangsa, beliau mengingatkan, bahwa.


Indonesia kaya sumber daya & keberagaman (lebih dari 17.000 pulau).


Pentingnya wawasan kebangsaan (internal, nasional, regional).


Tantangan situasi politik, keamanan, pengaruh global (contoh Donald Trump).


Ancaman generasi muda: narkoba, radikalisme, pergaulan bebas.


Masalah perbatasan & penyelundupan (termasuk narkotika).


Tiga unsur utama wawasan kebangsaan: rasa bangga, pembaruan kebangsaan, dan semangat kebangsaan.


Ancaman lain seperti radikalisme, intoleransi, terorisme, separatisme.



KEPKKMB HARI DUA 



 PEMATERI 1 PROF. DR. SUNYONO, M.SI. DENGAN TEMA PERAN MAHASISWA DI ERA DIGITAL DAN SISTEM PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA





  Pagi hari pada PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru), Universitas Lampung berlangsung penuh semangat. Mahasiswa baru telah bersiap sejak pagi untuk mengikuti rangkaian acara, salah satunya penyampaian materi bertajuk Peran Mahasiswa di Era Digital dan Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sunyono, M.Si. Sebelum memasuki inti materi, Prof. Sunyono memulai dengan ice breaking yang interaktif, bertujuan untuk mencairkan suasana dan mengembalikan fokus peserta. Hal ini membuat mahasiswa baru lebih antusias dan siap menyimak paparan selanjutnya. Dalam materi tersebut, Prof. Sunyono menekankan bahwa di era digital yang serba cepat ini, mahasiswa memiliki tiga peran utama: Beradaptasi dengan kemajuan teknologi, yaitu mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dalam perkuliahan, organisasi, dan kehidupan sehari-hari. Membangun literasi digital, yakni keterampilan memahami, menyeleksi, dan menggunakan informasi secara bijak di tengah banjirnya arus data di internet. Berkontribusi pada inovasi, di mana mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta solusi baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Beliau kemudian menguraikan berbagai peluang yang hadir berkat perkembangan teknologi. Dalam bidang pendidikan, terjadi pergeseran metode pengajaran yang semakin beragam, seperti pembelajaran daring, hybrid learning, hingga sistem evaluasi berbasis teknologi. Sementara itu, dari sisi kolaborasi, teknologi memungkinkan pemberdayaan melalui platform komunikasi daring, keterlibatan dalam proyek lintas disiplin, serta penguatan jejaring global yang semakin luas.membuka akses ke berbagai sumber pengetahuan dan mitra kerja sama internasional. Untuk dapat berkembang di era digital, Prof. Sunyono menawarkan sejumlah strategi yang harus dimiliki mahasiswa. Strategi tersebut diawali dengan membangun pola pikir belajar sepanjang hayat (lifelong learning mindset) yang meliputi kemampuan beradaptasi dengan teknologi, memahami tren perkembangan zaman, serta menjaga motivasi internal agar tidak mudah menyerah. Setelah pola pikir terbentuk, mahasiswa perlu memperkuat ketahanan diri melalui fleksibilitas mental; keterampilan memecahkan masalah, dan kemampuan mengelola stres. Materi kemudian berlanjut pada Sistem Pengembangan Kemahasiswaan di Universitas Lampung. Dalam sistem ini, mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga diarahkan melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan untuk meningkatkan soft skills dan membentuk karakter unggul. Prof. Sunyono secara tegas mengingatkan agar mahasiswa menjauhi perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri, seperti terlibat dalam perjudian online (judol). Beliau menjelaskan bahwa kualitas lulusan yang diharapkan mencakup pengetahuan akademik yang kuat, kemampuan berpikir kritis, keterampilan pemecahan dini, komunikasi efektif, kerja sama tim, serta jiwa entrepreneurship. Semua ini dapat dicapai jika mahasiswa aktif memanfaatkan program dan fasilitas yang tersedia. Dalam sesi ini, Prof. Sunyono juga memaparkan secara rinci program-program Belmawa (Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan) tahun 2025, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Program Penguatan Kapasitas Daya Saing Mahasiswa (Abdidaya), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Kompetisi Mahasiswa Indonesia (KMI), dan sejumlah program unggulan lainnya. Beliau bahkan menampilkan kalender kegiatan dan mendorong mahasiswa baru untuk mulai mencari informasi serta mempersiapkan diri sejak dini.Sebagai bukti nyata bahwa mahasiswa Universitas Lampung mampu berprestasi di tingkat nasional, beberapa mahasiswa berprestasi dihadirkan ke depan untuk berbagi pengalaman. Mereka adalah pemenang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat Sumatera Bagian Selatan, tim penerima pendanaan PKM, dan mahasiswa peraih prestasi di berbagai kompetisi lainnya. Kehadiran mereka memberi inspirasi langsung kepada mahasiswa baru bahwa prestasi gemilang dapat diraih melalui kerja keras dan konsistensi. Suasana menjadi semakin khidmat ketika seluruh peserta diajak menyanyikan lagu “Berkibarlah Bendera Negeriku” bersama-sama. Nyanyian tersebut menghadirkan rasa bangga, haru, dan tekad untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Sesi kemudian ditutup dengan pesan motivasi dari Prof. Sunyono. Beliau mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter, memperluas jaringan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Pesan itu menjadi penutup yang hangat dan menginspirasi, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh mahasiswa baru yang hadir. 


          PEMATERI 2 UNIT PENUNJANG AKADEMIK (UPA) BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS LAMPUNG DENGAN TEMA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PENCEGAHAN PEMBERANTASAN  PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA(P4GN)



   Sesi kedua PKKMB hari kedua Universitas Lampung diisi oleh Unit Penunjang Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling yang berkolaborasi dengan Klinik UNILA. Materi yang dibawakan menyentuh dua tema penting yang berkaitan langsung dengan keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan mahasiswa, yaitu Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) serta Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).masalah kesehatan fisik dan mental mahasiswa. Selain menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan umum dan konseling psikologis, Klinik UNILA memiliki tenaga medis dan psikolog profesional yang siap memberikan penanganan komprehensif. Dalam sesi ini, pihak klinik menjelaskan manfaat bagi mahasiswa yang memindahkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes) BPJS mereka ke Klinik UNILA. Dengan memindahkan Faskes ke Klinik UNILA, mahasiswa dapat memperoleh sejumlah keuntungan, antara lain: Akses layanan kesehatan lebih cepat dan mudah tanpa perlu keluar lingkungan kampus. Biaya layanan terjangkau atau gratis, untuk prosedur tertentu sesuai ketentuan BPJS. Pendampingan kesehatan berkelanjutan, karena riwayat medis mahasiswa akan tercatat rapi di klinik yang sama. Pelayanan khusus bagi mahasiswa, termasuk layanan konseling kesehatan mental, pemeriksaan berkala, dan rujukan ke rumah sakit jika diperlukan. Dukungan kegiatan akademik melalui layanan kesehatan yang responsif, sehingga mahasiswa dapat segera kembali beraktivitas tanpa terganggu masalah kesehatan. Pihak klinik juga menjelaskan prosedur pemindahan Faskes yang sederhana. Mahasiswa hanya perlu mengakses aplikasi resmi BPJS Kesehatan atau datang langsung ke kantor BPJS dengan membawa dokumen identitas dan kartu BPJS. Setelah proses selesai, layanan kesehatan di Klinik UNILA dapat langsung digunakan. Melalui materi ini, mahasiswa baru diharapkan memahami bahwa keberhasilan studi tidak hanya bergantung pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kemampuan menjaga kesehatan fisik dan mental. Kehadiran UPA BK dan Klinik UNILA menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan mendukung pengembangan diri secara menyeluruh. Penampilan UKM(Unit Kreatifitas Mahasiswa) Setelah sesi bimbingan konseling yang sarat edukasi, kegiatan PKKMB hari kedua berlanjut dengan waktu istirahat untuk salat Jumat dan makan siang. Suasana Gedung Serba Guna (GSG) kembali semarak begitu sesi show up Unit Kegiatan Mahasiswa dimulai. Emosi riuh tepuk tangan, sorakan yel-yel, dan antusiasme mahasiswa baru memenuhi ruangan, menunjukkan antusiasme yang penuh energi. Tahun ini, tercatat ada 33 UKM dan organisasi kemahasiswaan yang menampilkan eksistensi dalam sesi ini. Mahasiswa diberikan waktu singkat namun padat untuk memperkenalkan diri, baik melalui penayangan video profil yang memuat visi-misi, serta berbagai kegiatan; maupun dengan penampilan yang atraktif dan menghibur. Semua ini bertujuan untuk memperlihatkan potensi luar biasa mahasiswa dalam bidang non-akademik. 


  Daftar UKM yang tampil: 

1.DPM 

2.BEM 

3.MENWA 

4.PRAMUKA 

5.MERPATI PUTIH 

6.HINDU 

7.BUDHA 

8.BULUTANGKIS 

9.FORMA PMAPAP 

10.KIP 

11.KORMA 

12.KRISTEN 

13.TAPAK SUCI 

14.UISA 

15.GRADIEN 

16.PENELITIAN 

17.KOIN 

18.BIROHMAH 

19.SAINTEK 

20.RAKANILA 

21.KATOLIK 

22.KSR PMI 

23.PANAHAN 

24.UKM Bahasa dan Sastra (BS) 

25.PIK R RAYA 

26.PSM 

27.TAEKWONDO 

28.ESO 

29.RENANG 

30.BOLA VOLI 

31.CATUR 

32.FUTSAL 

33.MAPALA 


   Bagi mahasiswa baru, sesi show up ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga kesempatan penting untuk mengenal ragam organisasi yang ada di kampus. Momen ini membuka mata mereka bahwa kehidupan mahasiswa tidak melulu soal perkuliahan di ruang kelas, tetapi juga tentang membangun jaringan pertemanan, mengasah keterampilan kepemimpinan, mengembangkan minat dan bakat, serta berkontribusi bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan positif yang difasilitasi oleh UKM. Menjelang sore, rangkaian PKKMB hari kedua pun mencapai penghujungnya. Seluruh kegiatan ditutup dengan suasana penuh semangat, kebersamaan, dan rasa optimisme. Setelah sehari penuh mendapatkan materi yang berharga mulai dari peran mahasiswa di era digital, pencegahan dan penanganan kekerasan, pentingnya kesehatan mental, bahaya penyalahgunaan narkotika, hingga mengenal lebih dekat berbagai UKM mahasiswa baru Universitas Lampung diharapkan semakin siap menjalani kehidupan kampus dengan bijak. Mereka dibekali pemahaman bahwa keberhasilan di perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari integritas, keterampilan sosial, dan kontribusi nyata yang dapat mereka berikan, baik untuk almamater maupun masyarakat luas.


PKKMB FAKULTAS TEKNIK



Judul & Tema

Pendidikan Tinggi & Etika Digital

Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)

Selasa, 19 Agustus 2025

Identitas Pemateri

Dekan Fakultas Teknik – Universitas Lampung

Dosen Teknik Elektro & Teknik Informatika

Dr. Eng. Helmy Fitriawan, S.T., M.Sc.

Perkenalan

Universitas Lampung (2001 – sekarang)

Fakultas Teknik – Jurusan Teknik Elektro

Peer Group: Elektronika & Kendali

Nilai Dasar Bangsa

Pancasila

UUD 1945

Bhineka Tunggal Ika

NKRI

Kesadaran & Tantangan

Sadar globalisasi

Daya saing

Konsep Pendidikan Utuh

Olah Otak → Kognitif

Olah Hati → Afektif

(Implisit: Olah Raga/Fisik → Psikomotorik)

Peran Mahasiswa

Mahasiswa Abad 21

Dituntut adaptif, berdaya saing, beretika

Digital Etiquette (Etika Digital)

Ditekankan berulang kali (tiga kali muncul di slide terakhir)

Fokus utama materi



Pemateri: Dr. Muhammad Irsyad, S.T., M.T. (Wakil Dekan Bidang Akademik & Kerjasama)

1. Judul & Tema

PKKMB 2025 Fakultas Teknik Universitas Lampung

“Mahasiswa Tangguh, Inklusif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas 2045”

2. Sambutan

Selamat datang putra-putri terbaik Indonesia di Fakultas Teknik Unila

3. Perjalanan Mahasiswa

Dari siswa → mahasiswa

Pertanyaan reflektif: “Nggak bosan belajar?”

4. Kenapa Harus Kuliah

Ilustrasi proses belajar & pengembangan diri

Pelaksanaan kurikulum

5. Aktivitas Setelah Lulus

Mata kuliah: teori & praktik

Bimbingan

Lama studi:

D3 = 3 tahun

D4 = 4 tahun

S1 = 4 tahun

6. Prospek Lulusan (KTW)

Karyawan

Peneliti

Akademisi

Wirausaha

Birokrat

Pekerja sosial / NGO

Politisi

7. Hal yang Harus Disiapkan Sejak Sekarang

Karakter: jujur, disiplin, tekun, etika, religius

Kompetensi akademik: belajar baik, IPK tinggi, KTW

Soft skills: mandiri, aktif, teamwork, leadership, komunikatif, problem solving, adaptif, kecerdasan emosional, berpikir kritis, organisasi

8. Aturan Studi

Jumlah SKS lulusan dan masa studi

Rata-rata SKS per semester = 20 SKS (mulai semester 3 tergantung IPK sebelumnya, khusus S1)

9. Hal yang Perlu Diperhatikan

Peraturan akademik, surat edaran, dll

Jadwal perkuliahan

Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Modul, diktat, buku ajar, textbook, artikel ilmiah

Tugas & PR

Ujian: Quiz, UTS, UAS

Link peraturan akademik: bak.unila.ac.id

10. Layanan Akademik

Pembimbing akademik

Admin jurusan/prodi

Staf akademik fakultas

Website: eng.unila.ac.id

Sistem akademik: siakadu.unila.ac.id




Pemateri: Dr. Eng. Ageng Sadnowo Repelianto, S.T., M.T. (Wakil Dekan Kemahasiswaan & Alumni FT Unila)

Tema: Pengembangan Karakter Mahasiswa

Tanggal: 18 Agustus 2024

1. Fokus Materi

Pengenalan growth mindset mahasiswa

Pembentukan karakter mahasiswa yang menghargai kemanusiaan

Membangun kesehatan mental mahasiswa

2. Identitas vs Reputasi

Identitas: ciri fisik, sifat, status, keunggulan yang diakui

Reputasi: penilaian orang lain terhadap identitas yang dinyatakan

Bisa kontradiktif atau sesuai → reputasi lebih penting dalam pandangan sosial

3. Karakter

Karakter = sifat, kepribadian, watak, tingkah laku sehari-hari

Bisa diubah melalui latihan, pembiasaan, mindset

4. Mindset (Word of View / Point of View)

Kesuksesan tidak hanya ditentukan bakat & kecerdasan → ditentukan pola pikir

Mindset tetap: pasrah, tidak berkembang

Mindset tumbuh: berkembang, belajar, adaptif

Faktor pembentuk mindset & karakter: keluarga, budaya, bangsa, agama, hukum, pengalaman, peristiwa, lingkungan

5. Tujuan Pendidikan Tinggi (UU No. 12 Tahun 2012 Pasal 5)

Mengembangkan potensi mahasiswa agar beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, mandiri, kreatif, kompeten, berbudaya.

Menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu & teknologi untuk kepentingan nasional.

Menghasilkan ilmu & teknologi melalui penelitian berlandaskan nilai kemanusiaan.

Mewujudkan pengabdian masyarakat yang mencerdaskan kehidupan bangsa.

6. Pembentukan Karakter Mahasiswa

Tujuan pendidikan tinggi harus melahirkan mahasiswa berakhlak mulia, menghargai kemanusiaan, dan sehat mental

Mindset global, pandangan luas → penting untuk daya saing

Kekuatan jiwa & mental harus terus dilatih

7. Pesan Penting

Negara maju: kumpulan orang dengan pola pikir maju

Negara berkembang: kumpulan orang yang belajar mengembangkan pola pikir

Negara miskin: kumpulan orang dengan pola pikir gagal

Perang, kebencian, perpecahan = produk mindset buruk

Perdamaian, kasih sayang, persatuan = produk mindset baik

8. Cara Memahami Diri

Melakukan perjalanan fisik (belajar dari pengalaman)

Mempelajari sejarah

Mengenali cara berpikir diri sendiri

9. Penguatan Karakter Bangsa

Integritas: keselarasan antara perkataan dan tindakan

Karakter bangsa dipengaruhi perilaku masyarakat, budaya, dan sejarah

Bisa diperkuat dengan pendidikan, latihan, regulasi

10. Kutipan Inspiratif

“Faktor terpenting yang menentukan keahlian bukanlah bakat, tapi usaha keras dengan tujuan jelas.” – Robert Sternberg

“Mengenali orang lain adalah kepintaran, mengenali diri sendiri adalah kebijaksanaan sejati.” – Lao Tzu

11. Penutup

Terima kasih atas pembelajaran

Pesan: pentingnya mengenali identitas, membangun reputasi baik, menguatkan mindset, dan menjaga kesehatan mental.



Pemateri: Ir. Vera Agustriana Noorhidana, S.T., M.T., Ph.D.

Jabatan: Wakil Dekan 2 (Bidang Keuangan & Umum)

Tanggal: 19 Agustus 2025

1. Sambutan & Tema

Selamat datang mahasiswa baru Fakultas Teknik Unila angkatan 2025

PKKMB Fakultas Teknik Universitas Lampung

2. Materi Utama

Sarana-Prasarana, Biaya Studi & Beasiswa

3. Sarana-Prasarana

Gedung Dekanat (Gedung A)

Unit Layanan Terpadu (ULT)

Gedung perkuliahan:

Teknik Sipil

Teknik Elektro

Teknik Mesin

Teknik Geodesi & Geomatika

Teknik Kimia

Teknik Geofisika

Arsitektur

46 laboratorium

Aula (ruang pertemuan)

Masjid

Perpustakaan: library.unila.ac.id

Sarana olahraga: kolam renang, lapangan basket, lapangan tenis, lapangan voli, GSG Unila

4. Biaya Studi

Biaya Kuliah Tunggal (BKT)

Uang Kuliah Tunggal (UKT)

UKT 2025

Keringanan UKT:

Potongan 50%

Pembebasan 100% (bencana alam/non-alam)

Cuti kuliah

Penurunan kelompok UKT

Ketentuan keringanan (S1 min. semester 3 – max. semester 7; D3 hanya semester 3)

Aplikasi SIKEBAS

Sanksi: tidak membayar / terlambat

5. Beasiswa di Unila

Beasiswa Unggulan (online)

Beasiswa KIP (pengelola universitas)

Beasiswa Bantuan UKT (pengganti PPA, universitas)

Beasiswa Djarum (online)

Beasiswa Karya Salemba Empat (online)

Beasiswa Adaro (universitas)

Beasiswa Bank Indonesia (universitas)

Beasiswa IKAT (pengelola IKA Unila)

Total penerima: ± 500 mahasiswa/tahun

Info beasiswa: instagram.com/unilabeasiswa

6. Hak & Kewajiban Mahasiswa

Hak: mendapatkan fasilitas, layanan, beasiswa, sarana belajar

Kewajiban: membayar UKT, mematuhi aturan, menjaga nama baik kampus

7. Penutup

Masa kuliah adalah petualangan seru, hadapi setiap tantangan dengan semangat dan keyakinan. Selamat belajar, semoga sukses!




PKKMB HARI KE 4

PKKMB hari ke 4 dimulai dengan sambutan kepada mahasiswa baru jurusan teknik geodesi dan geomatika. Selanjutnya, diperkenalkan  struktur jurusan teknik geodesi dan geomatika.


Sambutan pertama di berikan oleh Bapak Ir. Fauzan Murdapa, M.T. selaku ketua jurusan teknik geodesi dan geomatika. Beliau juga memberikan materi pertama yang memperkenalan jurusan teknik geodesi dan geomatika.


MATERI 1: Perkenalan Jurusan

Pemateri: Ir. Fauzan Murdapa, M.T

Jurusan teknik geodesi dan geomatika dibentuk pada tahun 2016. Teknik survey dan pemetaan merupakan prodi pertama yang didirikan pada tahun 1998, selanjutnya dibentuk prodi teknik geodesi pada tahun 2014 dan masih bergabung dengan jurusan teknik sipil. Kemudian kedua prodi tersebut memisahkan diri dan membentuk jurusan bernama Teknik Geodesi dan Geomatika.


MATERI 2: Pengelanan Mata Kuliah Jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika

Pemateri: Safri Yanti Rahayu, S.T., M.T.

Pada materi ini kita dapat mengetahui perbedaan teknik geodesi dengan teknik survey  pemetaan. Dimateri ini juga terdapat sedikit penjelasan mengenai perbedaan sistem krs pada prodi teknik geodesi dengan survey pemetaan. 


Ada 8 standar kopetensi yang akan kita pelajari di jurusan teknik geodesi dan geomatika

1. Terestris

2. Kadastral

3. Fotogrametri

4. Pengunderaan Jauh

5. Hidrografi

6. Sistem Informasi Geografis(SIG)

7. Kewilayahan

8. Kartografi


Di akhir materi, kita dijelaskan peluang pekerjaan teknik geodesi dan teknik geomatika.


Peluang kerja teknik geodesi dan geomatika:

1. Surveyor

2. GIS analyst

3. Hydrografer

4. Tambang eksplorasi

5. Tenaga ahli

6. Sektor militer

7. Akademisi

8. Permerintahan

9. Swasta/wirausaha


MATERI 3: Pengenalan HIMAGES

Pemateri: Arifin Chairansyah dan Christian Rafael

HIMAGES merupakan salah satu Himpunan Mahasiswa Universitas Lampung yang dibentuk pada tahun 2016. Arifin Chairansyah selaku ketua himages menjelaskan bahwa himages terdiri atas 9 departemen, yaitu:

1. Departemen Kaderisasi 

2. Departemen Kerohanian

3. Departemen Sosial 

4. Departemen Pendidikan

5. Departemen Hubungan Luar

6. Departemen Minat dan Bakat

7. Departemen Multimedia dan Informasi

8. Departemen Kesekretariatan 

9. Departemen Dana dan Usaha


Setiap departemen memiliki program kerja yang masih berjalan hingga sekarang, salah satunya INAGO. INAGO merupakan program kerja departemen pendidikan, INAGO berfokus memberikan informasi seputar keilmuan geodesi yang akan digunakan dalam dunia pendidikan dengan memanfaatkan media sosial (instagram himages) kepada seluruh mahasiswa jurusan teknik geodesi dan geomatika.


MATERI 4: Pengenalan IMGI

Pemateri: Anggota IMGI

IMGI adalah Ikatan Mahasiswa Geodesi Indonesia. IMGI memiliki 15 anggota yang tersebar di seluruh universitas Indonesia. 

IMGI didirikan oleh 3 himpunan universitas, yaitu ITB, ITS dan Undip.


Sama seperti himages, IMGI memiliki salah satu program kerja unggulan yang dilaksanakan setiap tahun untuk memperingati awal mula berdiri-nya IMGI. Program kerja tersebut dinamakan dengan Dies Natalis IMGI.

0 Komentar