PKKMB UNILA 2025

 


DISUSUN OLEH:

SYAFIQ SYADIDUL AZMI

2515071073

TEKNIK GEODESI

 

 

UNIVERSITAS LAMPUNG

FAKULATAS TEKNIK

2025






PKKMB Day 1

14 Agustus 2025

   1.   Materi pertama yaitu 

Kapolda Lampung: AKBP Vicky Dzulkarnain, M.M.

Judul materi: Pengembangan Karakter Mahasiswa

 

Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, dunia kini memasuki era Society 5.0, sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan sepenuhnya memanfaatkan kemajuan teknologi. Berbeda dengan Society 4.0 yang fokus pada digitalisasi informasi, Society 5.0 mengintegrasikan dunia fisik dan digital untuk mengatasi masalah sosial, meningkatkan kualitas hidup, dan mendorong inovasi berkelanjutan.  Namun, di samping peluang besar yang dibawa oleh teknologi seperti Kecerdasan Buatan (AI) dan big data, tantangan baru pun muncul: ketimpangan ekonomi, meningkatnya intoleransi, dan risiko nilai-nilai moral tergerus akibat ketergantungan berlebihan pada teknologi. Oleh karena itu, pendidikan di era ini tidak hanya menuntut penguasaan pengetahuan, tetapi juga menekankan pendidikan karakter, moralitas, dan perilaku teladan.

 

Rekomendasi untuk Generasi Muda: Sebagai agen perubahan, mahasiswa perlu memaksimalkan waktu belajar mereka dengan sikap positif, menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kejujuran, empati, dan nasionalisme. Fokus pada kemajuan nasional harus diiringi dengan motivasi, kreativitas, inovasi, dan keterbukaan pikiran sambil tetap memegang teguh nilai-nilai luhur.

 

Mengungkapkan Pendapat di Ruang Publik: Dalam demokrasi, mengungkapkan pendapat di ruang publik adalah hak setiap warga negara. Hal ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari demonstrasi, pawai, platform kebebasan berbicara, hingga media visual. Namun, kebebasan ini harus dijalankan dengan menghormati hak asasi manusia, mematuhi batasan hukum, dan menjaga keamanan serta persatuan nasional. Pelanggaran aturan dapat mengakibatkan peringatan, pembubaran kegiatan, bahkan tindakan hukum.

 

Peran Mahasiswa: Sebagai generasi masa depan bangsa, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar

-Menjaga disiplin dan mematuhi hukum

-Menghormati hak orang lain

-Berkontribusi positif bagi masyarakat

-Aktif menjaga ketertiban di kampus dan lingkungan sekitar

-Peduli terhadap isu-isu sosial dan terlibat dalam kegiatan konstruktif

 

Di kampus, mahasiswa juga berperan dalam menjaga ketertiban dengan menumbuhkan toleransi, melaporkan indikasi gangguan keamanan, dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mencegah konflik.

 

Keamanan Publik dan Tantangan Masa Depan

Keamanan Publik dan Ketertiban (Kamtibmas) merupakan landasan penting bagi pembangunan nasional. Di era 5.0, tantangan keamanan tidak lagi berpusat pada kejahatan konvensional. Kejahatan siber, kebocoran data di sektor kesehatan, manipulasi kecerdasan buatan (AI), rekayasa genetika ilegal, dan penyalahgunaan teknologi dalam pendidikan merupakan ancaman nyata.  AI dalam pendidikan, misalnya, menawarkan peluang besar untuk menciptakan alat belajar interaktif dan efisien, tetapi juga berpotensi menggantikan peran pendidik jika tidak digunakan dengan bijak. Mahasiswa diharapkan dapat beradaptasi, kreatif, dan inovatif untuk mengikuti perkembangan teknologi.

 

Kesimpulan

Era Society 5.0 bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana manusia memanfaatkannya untuk kebaikan bersama. Siswa, sebagai tulang punggung perubahan, harus mampu menjaga nilai-nilai moral, aktif berpartisipasi dalam menjaga ketertiban, dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan zaman. Dengan cara ini, kemajuan teknologi dapat sejalan dengan kemajuan karakter nasional.

 

 

2.      Materi Kedua

Wakil Rektor Bidang Akademik: Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si, M.T.

Judul materi: Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri

 

Universitas Lampung (Unila) telah menunjukkan kesiapan dan komitmen yang kuat dalam menghadapi tantangan era digital dan Revolusi Industri Keempat. Hal ini tercermin dalam visi, strategi, serta berbagai prestasi dan perkembangan yang sedang berlangsung saat ini.

Unila dipimpin oleh Rektor, Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, bersama empat wakil rektor yang mengawasi urusan akademik, keuangan, urusan mahasiswa, dan perencanaan serta teknologi informasi. Kepemimpinan ini telah merumuskan strategi "BE STRONG!", yang berfungsi sebagai panduan operasional hingga tahun 2027. Strategi ini secara holistik mencakup penguatan tata kelola universitas yang baik, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, pengajaran, serta pengembangan infrastruktur jaringan dan kemitraan. Visi jangka panjang Unila juga sangat progresif, dengan peta jalan pengembangan hingga 2045 yang secara bertahap menempatkan universitas sebagai "universitas wirausaha" yang stabil dan berkelanjutan.

 

Digitalisasi dan Peningkatan Kualitas Berbasis Data

Unila telah mengimplementasikan "Sistem Informasi Jaminan Kualitas" sebagai alat digital untuk jaminan kualitas. Sistem ini menunjukkan komitmen Unila dalam mengelola dan meningkatkan kualitas pendidikan secara sistematis dan terukur. Upaya ini sejalan dengan tuntutan revolusi industri akan efisiensi dan transparansi melalui penggunaan teknologi informasi.

 

Pengakuan Kualitas Pendidikan di Tingkat Nasional dan Internasional

Di tengah persaingan global, Unila telah meraih prestasi signifikan dalam akreditasi. Di tingkat nasional, sebagian besar program studinya telah mendapatkan peringkat "Sangat Baik" dan "Baik". Di tingkat internasional, 15 program studi telah diakreditasi oleh ASIIN, Jerman, 14 oleh FIBAA, Jerman, dan 1 oleh RSC. Prestasi ini menunjukkan bahwa kurikulum dan standar pendidikan Unila telah diakui oleh badan akreditasi global yang kredibel, menjadikan Unila kompetitif di panggung global.

 

Jaringan Kerjasama Global dan Pengembangan Infrastruktur Modern

Unila secara aktif membangun dan memperluas jaringan internasionalnya. Universitas ini merupakan anggota berbagai aliansi prestisius, seperti AACSB Business Education Alliance, EFMD Global, ASEAN University Network, dan AUN-QA. Kerjasama ini tidak hanya meningkatkan reputasinya tetapi juga membuka peluang untuk pertukaran pengetahuan dan penelitian. Untuk mendukung semua kegiatan akademik dan penelitian, Unila terus mengembangkan fasilitas modern, termasuk perpustakaan, laboratorium, dan fasilitas olahraga. Selain itu, Unila memiliki rencana ambisius untuk membangun Rumah Sakit Akademik Unila dan Pusat Penelitian Terpadu, yang didanai oleh Bank Pembangunan Asia (ADB), yang akan menjadi pusat inovasi dan penelitian terkemuka di masa depan.

 

Secara keseluruhan, presentasi ini menyoroti Universitas Lampung sebagai lembaga pendidikan tinggi yang adaptif dan visioner, yang secara strategis memanfaatkan teknologi digital dan kemitraan global untuk mewujudkan visinya menjadi universitas terkemuka dan relevan di era revolusi industri.

 

 

 

3.      Materi Ketiga

Pemateri: Paryanto, S.IP

Judul materi: Tranformasi Bandar Lampung Menuju Kota Metropolitan

 

Mahasiswa baru dianjurkan untuk memanfaatkan program orientasi kampus untuk memperluas wawasan dan memahami peran strategis mereka. Dengan pengetahuan yang diperoleh, diharapkan mahasiswa dapat memberikan ide-ide inovatif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi Kota Bandar Lampung. Berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat, serta berpartisipasi dalam magang sosial, penelitian, dan kegiatan sukarela.  Manfaatkan waktu di perguruan tinggi untuk mengembangkan diri, terlibat dalam organisasi, keluar dari zona nyaman, dan mengubah tantangan menjadi peluang belajar.

 

 

 

4.      Materi Keempat

Komandan Korem 043/Gatam: Brigjen TNI Haryantana, S.H.

Judul materi : Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara

 

Kehidupan Berbangsa dan Bernegara: Tantangan, Jati Diri, dan Kesadaran Bela Negara di Tengah Dinamika Nasional

Dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia terus bergerak, mencakup berbagai sektor mulai dari politik, ekonomi, sosial, hingga pertahanan. Berbagai tantangan dan pencapaian mewarnai perjalanan bangsa, sekaligus menuntut kesadaran kolektif untuk menjaga jati diri dan kedaulatan negara.

 

Di sektor politik, tahun 2024 menjadi tonggak sejarah dengan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terbesar. Sebanyak 508 pemilihan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota menjadi cerminan demokrasi yang terus hidup. Pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang dijadwalkan serentak pada 20 Februari menjadi momen penting untuk memulai babak baru kepemimpinan di daerah. Namun, di sisi lain, unjuk rasa di berbagai daerah dengan tuntutan perbaikan kesejahteraan rakyat dan penolakan kebijakan tertentu menunjukkan adanya suara-suara kritis yang perlu didengar oleh pemerintah.

 

Dalam bidang ekonomi, pemerintah menargetkan pertumbuhan hingga 6% dengan fokus pada investasi, ekspor, dan pengembangan sektor strategis. Di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia berhasil menunjukkan ketahanan dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 5,1% pada tahun 2025 dan 2026. Proyeksi ini diperkuat dengan rencana peresmian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) yang akan mengelola aset triliunan rupiah. Namun demikian, masyarakat juga menghadapi dampak dari kebijakan seperti kenaikan PPN menjadi 12% yang dikhawatirkan membawa efek domino pada perekonomian.

Isu sosial budaya juga menjadi perhatian serius. Sejak awal 2025, tercatat 405 kejadian bencana alam di seluruh Indonesia, termasuk status "awas" pada Gunung Lewotobi Laki-laki. Pemerintah berupaya melakukan koordinasi dan mitigasi untuk menangani bencana, namun jumlah korban yang mencapai ribuan jiwa menjadi pengingat akan kerentanan geografis Indonesia.

 

Sementara itu, sektor keamanan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Awal tahun 2025 ditandai dengan enam aksi gangguan keamanan oleh OPM di Papua, menggarisbawahi perlunya pengawasan ketat di wilayah tersebut. Di tingkat nasional, status "Indonesia Darurat Narkoba" juga disematkan, ditandai dengan penangkapan narkoba oleh aparat TNI AD dengan barang bukti yang signifikan. Lebih jauh, terdapat kasus bunuh diri di kalangan anggota TNI, yang menjadi isu serius terkait kesehatan mental dan kesejahteraan prajurit.

Di balik semua dinamika ini, tantangan terbesar bangsa adalah menjaga jati diri bangsa yang kini dihadapkan pada ancaman ideologi. Penangkapan terduga teroris dan penyebaran paham radikalisme serta intoleransi menjadi sinyal bahwa ideologi Pancasila perlu terus dibentengi. Menurunnya rasa cinta tanah air, semangat rela berkorban, pemahaman terhadap Pancasila, dan kemampuan bela negara disebut sebagai tanda-tanda terkikisnya nasionalisme.

 

Oleh karena itu, diperlukan upaya kolektif dalam pembinaan kesadaran bela negara. Tidak hanya melalui program formal, tetapi juga dimulai dari penguatan karakter diri. Setiap individu dituntut untuk memiliki tujuan hidup yang jelas, bekerja keras, menggali potensi, berani berkompetisi secara sehat, dan taat aturan. Secara komunal, semangat kebangsaan harus diperkuat dengan mencintai bangsa, menghargai perbedaan, mampu berempati, dan terus mengikuti perkembangan zaman. Dengan cara ini, Indonesia tidak hanya mampu menghadapi tantangan-tantangan di depan, tetapi juga memperkokoh fondasi kebangsaan untuk masa depan yang lebih kokoh

 

 

 

 

 

PKKMB DAY 2

15 Agustus 2025

 

        Materi pertama

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni: Prof. Dr. Sunyono, M.Si.

Judul materi: Peran Mahasiswa di Era Digital (Sistem Pendidikan di Indonesia)

 

Era digital telah mengubah secara fundamental lanskap pendidikan. Peran mahasiswa saat ini tidak lagi terbatas pada memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi agen perubahan dan inovator. Materi dari Prof. Dr. Sunyono, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, menyoroti beberapa peran kunci yang harus dimiliki mahasiswa agar berhasil di era ini.  Mahasiswa harus memiliki pemahaman mendalam tentang teknologi. Hal ini meliputi penguasaan aplikasi pembelajaran, perangkat lunak, dan platform online. Pengembangan keterampilan digital seperti pemrograman, manajemen data, dan penggunaan media sosial secara produktif sangat penting. Selain itu, kemampuan berkolaborasi secara online menggunakan alat seperti Microsoft Teams atau Zoom sangat esensial untuk mendukung kerja tim dan proyek jarak jauh.

 

Literasi Digital dan Kontribusi Inovasi 

Sebagai bagian dari masyarakat digital, mahasiswa diharuskan membangun literasi digital yang kuat. Ini berarti kemampuan untuk mengevaluasi informasi secara kritis dan membedakan sumber yang kredibel. Mahasiswa juga harus memahami etika digital, termasuk menghormati privasi dan menghindari plagiarisme.

Lebih dari sekadar pengguna, mahasiswa diharapkan berkontribusi pada inovasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan solusi teknologi kreatif, seperti aplikasi yang memecahkan masalah sosial. Partisipasi aktif dalam komunitas teknologi dan penggunaan analisis big data untuk proyek dengan dampak sosial dan ekonomi juga merupakan cara untuk mendorong inovasi.

 

Strategi Pengembangan Diri di Era Digital

Untuk bertahan dan berkembang, siswa perlu memiliki strategi yang matang. Salah satunya adalah mengadopsi mindset "belajar seumur hidup". Ini mencakup keinginan untuk terus belajar teknologi baru, memantau tren global, dan memiliki motivasi internal yang kuat untuk berkembang.

Selain itu, membangun ketahanan mental sangat penting. Siswa harus melatih fleksibilitas mental untuk menghadapi perubahan mendadak dan mengembangkan keterampilan pemecahan masalah kreatif. Mengelola stres melalui meditasi, olahraga, atau berkonsultasi dengan mentor juga merupakan bagian dari strategi ini.

 

Transformasi Pendidikan dan Peluang Kolaborasi

Era digital telah mendorong perubahan dalam sistem pendidikan. Pembelajaran campuran, yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring, menawarkan fleksibilitas. Selain itu, kolaborasi menjadi lebih mudah dengan platform komunikasi yang memfasilitasi kerja sama lintas disiplin dan akses ke jaringan global. Hal ini memperluas pemahaman mahasiswa tentang isu-isu global.

Berbagai program mahasiswa seperti PIMNAS, PILMAPRES, dan kompetisi robotika dan teknologi berfungsi sebagai platform bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan mereka dan berperan sebagai agen perubahan di era digital.


Materi kedua

Satgas PPKPT, Dr. Rini Fathonah, S.H., M.H dengan sekretaris Listiono, S.KM., M.Epid.

Judul materi:Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT)


Satgas PPKPT dibentuk berdasarkan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024, dengan mandat melakukan pencegahan, penanganan, pendampingan, hingga pemulihan korban kekerasan. Kehadirannya menjadi garda terdepan dalam melindungi civitas akademika Universitas Lampung.


Untuk menggugah kesadaran mahasiswa, Satgas menayangkan sebuah video kisah Vito, seorang mahasiswa yang mengalami diskriminasi karena fisik dan warna kulit, hingga menjadi korban pelecehan seksual dari kakak tingkat. Video ini menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apapun tidak boleh ditoleransi.


Satgas PPKPT memiliki empat divisi utama, yaitu:

1. Divisi Pencegahan dan Regulasi Kekerasan – fokus pada edukasi, penyusunan kebijakan, dan kampanye anti-kekerasan.

2. Divisi Penanganan, Pendampingan, dan Pemulihan – memberi layanan hukum, psikologis, maupun medis bagi korban.

3. Divisi Humas, Media, dan Publikasi – menyebarkan pesan-pesan pencegahan secara kreatif melalui media sosial dan publikasi.

4. Divisi Data dan Dokumen – mengelola laporan dan arsip kasus untuk bahan evaluasi dan pengambilan keputusan.


Pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)


Selain materi kebangsaan, digitalisasi, dan karakter, PKKMB Unila juga memperkenalkan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai wadah pengembangan minat, bakat, serta soft skills mahasiswa.


UKM hadir untuk menempa jiwa kepemimpinan, melatih kerja sama tim, dan memperluas jejaring sosial. Mahasiswa didorong untuk aktif berorganisasi tanpa melupakan kewajiban akademiknya.


Adapun UKM yang diperkenalkan dalam PKKMB 2025 antara lain:

1) Bidang Kepemimpinan dan Kemahasiswaan: BEM Unila, DPM Universitas Lampung, FORKOM PMPAP, FORKOM KIP.

2) Bidang Kerohanian: UKM Birohmah, UKM Katolik, UKM Budha, UKM Hindu, UKM Kristen.

3) Bidang Seni dan Budaya: UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM), UKM Bidang Seni (UKMBS), UKM Teknokra, UKM Rakanila.

4) Bidang Olahraga dan Bela Diri: UKM Bola Voli, UKM Basket, UKM Futsal, UKM Sepak Bola, UKM Bulu Tangkis, UKM Archery/Panahan, UKM Kempo, UKM Tapak Suci, UKM PSHT, UKM Perisai Diri, UKM Merpati Putih, UKM Taekwondo, UKM Menwa, UKM Pencak Silat.

4) Bidang Sains, Teknologi, dan Penelitian: UKM Sains dan Teknologi, UKM Penelitian, UKM Mekatron, UKM Zoom, UKM ESO.

5) Bidang Sosial dan Pengabdian: UKM KSR PMI, UKM MAPALA, UKM Pramuka, UKM Kebangsaan, UKM KOPMA.

6) Bidang Internasional: UKM Unila International Student Association.

7) Bidang Permainan dan Strategi: UKM Catur.


Dengan keberagaman UKM ini, mahasiswa baru diharapkan dapat memilih organisasi sesuai minat dan bakatnya, serta menjadikannya sarana pengembangan diri dan kontribusi nyata bagi kampus.



Tagline Unila: B-Strong


Unila juga memperkenalkan tagline baru “B-Strong” sebagai simbol komitmen universitas untuk menjadi kampus unggul, modern, dan berdampak.


B: Business, Finance, Investment & Asset

E: Enhancement of Human Resources


S: Service for Community

T: Teaching

R: Research

O: Organizational Partnership

N: Network Infrastructure

G: Good University Governance


Tagline ini mengingatkan mahasiswa agar menjaga nama baik kampus, aktif di berbagai kegiatan, dan memanfaatkan semua fasilitas yang telah disediakan.


Dengan materi Day 2 ini, mahasiswa baru diharapkan semakin paham pentingnya membangun kampus yang aman, inklusif, serta kaya dengan kesempatan untuk berkembang, baik di bidang akademik maupun non-akademik.




 

 

 

 


0 Komentar